Sahabat.com - Fasilitas infrastruktur pengisian daya kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di China meningkat hampir dua kali lipat jumlahnya pada 2022.
Hal ini berkat komitmen negara itu untuk meningkatkan industri kendaraan energi baru. Demikian disampaikan pejabat Administrasi Energi Nasional Liang Changxin, pada Senin (13/2/2023), seperti dilaporkan Xinhua.
"Jumlah kumulatif fasilitas infrastruktur pengisian daya secara nasional telah mencapai 5,2 juta," kata Liang dalam konferensi pers.
Dia menyebut sekitar 650.000 titik pengisian daya umum untuk kendaraan listrik ditambahkan tahun lalu, sehingga totalnya menjadi 1,8 juta unit.
"Sebanyak 1,9 juta fasilitas pengisian daya pribadi dipasang pada 2022, dan jumlah total fasilitas tersebut mencapai 3,4 juta unit," lanjutnya.
Liang mengatakan berkat ekspansi cepat selama bertahun-tahun, China kini telah membangun jaringan infrastruktur pengisian daya kendaraan energi baru terbesar dan terluas di dunia.
Administrasi Energi Nasional mengatakan akan bekerja dengan departemen pemerintah terkait guna lebih meningkatkan desain tingkat atas dan koordinasi kebijakan, mengoptimalkan tata letak jaringan pengisian daya, dan meningkatkan pengawasan pemerintah untuk mengembangkan industri pengisian daya dengan lebih baik.
0 Komentar
Hyundai Kona Electric 2024 Dibekali Baterai Lebih Besar
Permintaan Kuat, Penjualan Kendaraan Baru di AS Diperkirakan Meningkat pada November
Bukan untuk Transportasi, Subaru Indonesia ungkap Karakter Konsumennya
"Crosstrek" jadi Mobil Subaru Paling Laris di Indonesia
Subaru Resmikan Dealer Baru untuk Topang Tiga Wilayah Jakarta
Leave a comment